Vol. 11 No. 1 (2023): Multikulturalisme

					View Vol. 11 No. 1 (2023): Multikulturalisme

EDITORIAL

Memasuki tahun 2023 ini JSRW hadir dengan mengangkat tema Multikulturalisme dalam seni rupa. Perkembangan seni rupa tak dapat dilepaskan dari akar sejarah satu bangsa, misalnya bangsa Indonesia yang lahir dan terbentuk dari spirit multikultur. Multikultur berasal dari kata “multi”-banyak dan “kultural”-budaya, yaitu satu pandangan yang menekankan pentingnya sikap saling menghargai keberagaman, pluralisme, dan budaya-budaya minoritas yang tumbuh dan hidup pada bangsa Indonesia.  

Spirit Multikulturalisme diinterpretasikan dengan  berbagai pendekatan, baik melalui pendekatan seni tradisi Nusantara, seni murni, desain, skenografi hingga eksplorasi estetik. Kajian seni tradisi terdapat pada artikel Simbol Multikulturalisme pada Imaji Hibrid Paksi Naga Liman dan Identitas Visual desa budaya Pampang Samarinda. Hasil kajian menunjukkan bahwa Keraton Kanoman Cirebon Paksi Naga Liman yang merupakan kekayaan seni rupa tradisi Nusantara secara historik-diakronik merupakan simbol akulturasi dalam Kerajaan Cirebon. Sementara melalui identitas visual desa budaya Pampang Samarinda dan media pendukungnya merupakan solusi yang dapat memberikan nilai tambah bagi Desa Budaya Pampang di kalangan wisatawan. 

Sementara kajian skenografi pada artikel Representasi Budaya Urban pada skenografi teater Pementasan Pesta Para Pencuri, menunjukan skenografi tidak hanya sekedar mempercantik, tetapi menegaskan laku aksi yang disajikan oleh para aktor di atas pentas; serta menegaskan makna multikultur melalui konsep urban pada skenografi.  Kajian Eksplorasi estetik berbasis Outing Class Models multikulturalisme di kampung batik Manding Seberkreasi Wonosari Gunung Kidul Yogyakarta, menunjukan hasil konsep pembelajaran ini dinilai lebih kondusif, efektif dan efisien. kondusif karena pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik. Fenomena lingkungan terdapat pada artikel  The commons: Ekologi dan Politik memandang alam, membaca kembali mitos tentang keindahan alam dan relasinya dengan manusia melalui karya seni media. Melalui Digital Nativ, wacana ini dinarasikan ulang dalam strategi kreatif untuk menciptakan karya seni rupa kontemporer. 

Melalui artikel Manusia dan karya Multikultural dalam Seni Rupa, terdapat hasil kajian yang menekankan pentingnya sikap kritis dalam memaknai multikultur dalam karya seni murni. Karya seni rupa modern  dan kontemporer, khususnya terkait seni lukis 2 dan 3 dimensi bahkan 4 dimensi,  sejatinya memiliki semangat multikultural, meski dengan capaian artistik yang berbeda sesuai dengan karakteristik karya. Semoga JSRW pada edisi ini dapat memperkaya kajian seni rupa yang memiliki semangat multikultur. Selamat membaca

Published: 2023-01-21