JSRW (Jurnal Senirupa Warna) https://jsrw.ikj.ac.id/index.php/jurnal <p>JSRW (Jurnal Senirupa Warna) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta. JSRW menerbitkan edisi dua kali setahun.</p> Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta en-US JSRW (Jurnal Senirupa Warna) 2355-1682 Pengaruh Latar Belakang Budaya dan Pendidikan Seni Kontemporer Barat Terhadap Praktik Kesenian Melati Suryodarmo https://jsrw.ikj.ac.id/index.php/jurnal/article/view/147 <p>Seni performans atau <em>performance art</em> merupakan salah satu medium ekspresi dalam seni rupa kontemporer yang masih sangat minim dibahas dalam narasi sejarah seni rupa Indonesia. Kehadirannya sebagai medium seni berbasis waktu juga memberikan tantangan tersendiri bagi karya-karya ini untuk diapresiasi dan disajikan ke hadapan publik. Namun terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, seni performans di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang sejak tahun 1970-an, terutama berkaitan dengan gagasan mengenai aktivisme dan ekspresi sosial politik. Di sisi lainnya, Melati Suryodarmo muncul pada awal 2000 dengan karakteristik yang lain dari para perupa performans lainnya di Indonesia. Berlatarbelakang dari keluarga yang dekat dengan praktik seni pertunjukan tradisional di Surakarta, dan pendidikan formalnya di Jerman yang khusus mendalami seni performans, telah membentuk cara berpikir dan bekerja Melati Suryodarmo sebagai seniman performans. Kedua pengaruh ini akan menjadi topik utama dalam penelitian ini untuk melihat sejauh mana keduanya berpengaruh kepada Melati Suryodarmo. Sebagai perupa yang tengah sering diperbincangkan namanya di ranah seni rupa internasional, penelitian ini menjadi sangat penting dan relevan untuk mempelajari secara mendalam bagaimana proses belajar dan lingkungan dapat memberikan pengaruh kuat bagi seorang perupa.</p> Asep Topan Mulyono Copyright (c) 2022 JSRW (Jurnal Senirupa Warna) 2022-07-13 2022-07-13 10 2 114 124 10.36806/jsrw.v10i2.147 Bentuk Perubahan dan Peralihan Pada Karya Seni Miniatur Truk Proses Kreatif Komunitas Miniatur Truk Community MTC https://jsrw.ikj.ac.id/index.php/jurnal/article/view/154 <p>Komunitas adalah sekelompok orang memiliki ketertarikan dan minat yang sama, dalam hal ini adalah hobi (kegemaran). Komunitas berdasarkan minat memiliki jumlah terbesar karena melingkupi berbagai aspek seperti kesamaan profesi, budaya dan minat. Diantaranya adalah <em>Miniatur Truk Community</em> MTC adalah komunitas miniatur truk yang didirikan pada tahun 2006. Pada perkembangannya MTC mampu menghadirkan kualitas membuat miniatur truk dengan baik dan penuh ketelitian yang presisi. Proses kreativ MTC secara organik bermetamorfosis, pada proses desain tidak hanya keterampilan bidang estetis yang dituntut, namun terampil dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis digital atau “melek teknologi” menjadi penunjang penting lainnya. Produk dari Miniatur truk karya MTC bermetamorfosis membawa perubahan yang fundamental terhadap arah seni rupa dan desain baik dari gagasan, proses kreativ, aktivitas hingga <em>discourse analisys.</em> Perkembagan teknologi digital dan pengunaannya, pada akhirnya menjadi bagian dari kehidupan keseharian. Teknologi digital mampu mengakomodir berbagai kemudahan dalam masalah waktu dan menjadi bagian dari penanda zamannya. Pada proses desain, penggunaan teknologi digital dapat menghadirkan visual dari desain secara nyata (miniatur truk terinspirasi dari truk asli yang ada di masyarakat). Kehadiran karya-karya desain pada truk terus tumbuh subur begitu pula representasi karya desain pada miniature truk mengalami perubahan signifikan dari analog menuju virtual, dengan berbagai pilihan <em>platform</em> media sosial. </p> Nicholas Wila Adi Deny Rusanto Hilarius Egedius Sae Copyright (c) 2022 JSRW (Jurnal Senirupa Warna) 2022-07-13 2022-07-13 10 2 125 144 10.36806/jsrw.v10i2.154 Studi Karya Seni Patung Found Object dan Isu Konsumtif di Masa Pandemi https://jsrw.ikj.ac.id/index.php/jurnal/article/view/155 <p>Tindakan konsumtif merupakan suatu kegiatan yang tidak pernah bisa lepas dari masyarakat,mulai dari zaman nenek moyang , tindakan konsumtif dilakukan untuk bertahan hidup.pada modern ini dilakukan untuk memuaskan keinginan danketakutan masyarakat dalam menghadapi suatu wabah.Tindak konsumtif pada masa pandemi ini kebanyakan terjadi pada bahan pangan, dan alat kesehatan masker sekali pakai. Penelitian ini bertujuan untuk menggali adanya gaya hidup konsumtif yang terjadi di masyarakat selama masa pandemic untuk dasar p menjadi ide visual dalam pembuatan karya seni patung found object. Material patung menggunakan media kemasan produk industri, plastik dan masker sekali pakai pada karya patung found object sebagai simbol tindak konsumtif yang menghasilkan banyak sampah kemasan.Metode yang dilakukan untuk penelitian ini adalah metode kualitatif, dimana penelitian dilakukan dengan pengumpulan data baik secara literatur, survei lapangan maupun wawancara narasumber. Diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan yang terkait perkembangan karya seni patung.</p> Demas Ariya Budi P.M. .Tobing Jimmy Ivan Suhendro Firman Lie Copyright (c) 2022 JSRW (Jurnal Senirupa Warna) 2022-07-13 2022-07-13 10 2 145 159 10.36806/jsrw.v10i2.155 Transformasi Praktik Kriya Tekstil Rumahan pada Perempuan Masyarakat Urban https://jsrw.ikj.ac.id/index.php/jurnal/article/view/149 <p>Praktik kriya seperti menyulam, merajut, dan menjahit merupakan beberapa kegiatan kriya tekstil yang biasa dilakukan oleh perempuan di rumah atau ruang domestik. Tulisan ini menelusuri perubahan praktik kriya tekstil rumahan yang dilakukan perempuan urban di masa kini, terutama terkait disrupsi digital dan pandemi. Metode penelitian kualitatif dilakukan melalui penyebaran angket dan wawancara. Penelitian dilakukan di Kota Malang pada sekelompok pelajar SD hingga mahasiswa, serta komunitas perca di kota Malang dengan rentang usia 10 tahun hingga 75 tahun. Selain itu, penelitian melalui lokakarya daring melibatkan peserta dari beberapa kota besar, seperti Jabodetabek dan Surabaya. Penelitian seni berbasis praktik memungkinkan peneliti untuk berjarak sekaligus berada di dalam proses penelitian.. Hasil penelusuran memperlihatkan adanya transformasi pada praktik kriya tekstil rumahan yang dilakukan masyarakat urban, khususnya perempuan pelaku kriya tekstil rumahan. Transformasi terkait dengan metode dan kualitas atau nilai yang dianggap penting bagi pelaku kriya tekstil rumahan. Transformasi secara bertahap bisa dikatakan sebagai metamorfosis, sebuah proses perubahan bentuk dalam rangkaian perkembangan atau pertumbuhan. Dalam pengertian tersebut, maka transformasi dalam praktik kriya tekstil bisa diartikan sebagai semangat metamorfosis. Dari hasil tersebut, ditemukan bahwa praktik kriya tekstil rumahan mempunyai kemampuan adaptasi berkaitan dengan kualitas hidup yang lebih baik bagi perempuan urban. </p> <p> </p> Lusiana Limono Copyright (c) 2022 JSRW (Jurnal Senirupa Warna) 2022-07-13 2022-07-13 10 2 160 178 10.36806/jsrw.v10i2.149 Paduan Suara Digital Dalam Disain Thinking https://jsrw.ikj.ac.id/index.php/jurnal/article/view/153 <p>Hampir dua tahun pandemi COVID-19 melanda. Konser, resital, dan kompetisi bermusik tidak dapat lagi diadakan. Pemerintah membatasi kegiatan yang mengundang kerumunan untuk mengurangi penyebaran virus Corona di masyarakat. Hal ini menjadi kendala utama bagi musisi, mengingat kegiatan tersebut merupakan mata pencaharian utama bagi artis dan musisi di seluruh dunia. Keadaan tersebut membuat kita harus beradaptasi dengan gaya hidup<em> new normal</em> atau kenormalan baru. Teknologi digital memainkan peran penting dalam gaya hidup pada era pandemi tersebut. Jika adaptasi tersebut tidak dilakukan, kemungkinan besar para musisi terancam meninggalkan profesinya karena tidak mendapat penghasilan. Hal ini tentu sangat disayangkan. Oleh sebab itu, inovasi menjadi suatu keniscayaan. Salah satunya dengan membuat konser virtual seperti <em>virtual choir</em> atau paduan suara digital. Lewat metode <em>design thinking</em> proses pembuatan virtual choir akan dijelaskan secara detail agar hal ini bisa menjadi bahan penelitian lebih lanjut kearah yang lebih baik. Hasil kajian menunjukan bahwa situasi Pandemi telah mendorong perubahan dalam proses kreativitas berbasis digital art, sehingga kehidupan berkesenian tetap berjalan. Pembuatan <em>virtual choir</em> dengan pendekatan metode <em>design thinking</em> dapat memberikan solusi terbaik untuk semua orang, baik itu user maupun internal tim. Karena pendekatan metode dapat memberikan data yang komperhensif dengan pendekatan humanis kepada <em>user</em>.</p> Ades Adrian Firmansyah Catur Satria Aji Wibowo Teuku Syahnureza Copyright (c) 2022 JSRW (Jurnal Senirupa Warna) 2022-07-13 2022-07-13 10 2 179 194 10.36806/jsrw.v10i2.153 Metamorfosis Visual: Kajian Transformatif Blangkon Gaya Yogyakarta Berbasis Aplikasi Motif Batik Pada Karya Nardi di Bugisan Yogyakarta https://jsrw.ikj.ac.id/index.php/jurnal/article/view/151 <p>Bagi orang Jawa, salah satu kelengkapan berbusana adalah tutup kepala atau blangkon. Bentuk blangkon sangat sederhana. Akan tetapi, blangkon memiliki makna yang cukup tinggi. Makna estetika (keindahan, seni) tercermin dari bentuk blangkon yang dibuat sedemikian rupa sehingga memancarkan keindahan. Makna martabat tercermin dari kegunaan blangkon sebagai alat pembeda antara kaum ningrat Kraton dan rakyat jelata. Makna etika tercermin dari kehidupan dan kepribadian orang Jawa. Oleh karena itu, masalah ini menarik untuk diteliti dengan tujuan sebagai berikut. Pertama, menjabarkan proses metamorfosis visual yang memengaruhi konsep dan hasil penciptaan blangkon gaya Yogyakarta dan ciri khasnya. Kedua, menjabarkan metamorfosis visual melalui eksplorasi aplikasi motif-motif batik sebagai elemen pokok dalam penciptaan blangkon gaya Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara mendeskripsikan karakteristik kerajinan batik secara jelas dan mendalam masalah blangkon yang diproduksi oleh Nardi di Bugisan Yogyakarta. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah menggambarkan hasil metamorfosis visual blangkon gaya Yogyakarta berciri khas dalam bentuk maupun nilai filosofis dan menggambarkan hasil metamorfosis visual melalui transformatif visual pengolahan dan ekplorasi motif-motif batik yang diterapkan pada blangkon khas dari keraton Yogyakarta.</p> Sugiyamin Moh. Rusnoto Susanto Nugroho Heri Cahyono Andrik Musfalri Copyright (c) 2022 JSRW (Jurnal Senirupa Warna) 2022-07-13 2022-07-13 10 2 195 227 10.36806/jsrw.v10i2.151 Metamorfosis Mitos Gaya Jepang Pada Elemen Visual https://jsrw.ikj.ac.id/index.php/jurnal/article/view/135 <p>Keripik Chuba&nbsp; merupakan produk makanan ringan olahan berbahan baku singkong. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keripik tradisional ini dikemas dengan nama merek dan ilustrasi bergaya Jepang. Pada desain kemasan didominasi dengan warna putih. Selain itu terdapat ikon Penguin. Gaya pengemasan ini kontradiktif dengan makanan tradisioanl Indonesia dimana pada umumnya menggunakan nama tradisi dan ilustrasi budaya Indonesia. Pemanfaatan mitos Jepang memengaruhi daya tarik orang untuk memilih produk dan mengingat kemasan produk. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemanfaatan elemen visual bergaya Jepang yang membangun citra merek. Metode menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Teori mendefinisikan makna denotatif adalah tatanan penanda tahap pertama ini menjelaskan hubungan antara penanda dan petanda di dalam sebuah tanda terhadap realitas, dan merupakan makna paling nyata dari tanda; makna konotatif adalah tatanan penanda tahap kedua yang berhubungan dengan isi, menjelaskan interaksi yang terjadi ketika tanda bertemu dengan perasaan emosi penggunanya dan nilai kulturalnya; makna mitos adalah tanda yang bersifat arbiter namun telah disepakati oleh masyarakat. Hasil penilitian menunjukkan bahwa identitas visual telah berhasil membangun mitos Jepang yang disukai target pasar. Makanan terasa lebih modern dan tidak bergaya tradisi. Kesimpulan penelitian dalam penelitian ini diketahui bahwa terjadi pergeseran gaya desain yang tidak lagi bergaya tradis untuk menaikkan citra merek makanan tradisional.</p> Aulia Rahman Alhaq Wegig Murwonugroho Copyright (c) 2022 JSRW (Jurnal Senirupa Warna) 2022-07-13 2022-07-13 10 2 228 245 10.36806/jsrw.v10i2.135