Vol. 10 No. 1 (2022): Liminalitas Dalam Seni

					View Vol. 10 No. 1 (2022): Liminalitas Dalam Seni

EDITORIAL

Mengawali tahun 2022, Jurnal Seni Rupa WARNA FSRD IKJ, Vol 10, No 1 tahun 2022,  kembali hadir ditengah situasi Pandemi yang masih membayangi,  melalui tema Liminalitas. Kata liminalitas berasal dari bahasa Latin “limen” yang artinya “ambang”, pada prosesi ritual, satu kondisi ambiguitas, yaitu berada pada ambang transisi dari kondisi sebelumnya menuju tahapan berikutnya. Penggunaan istilah ini kemudian meluas untuk menggambarkan dinamika sosial, politik dan budaya termasuk didalamnya Seni Rupa. Dalam konteks situasi bangsa Indonesia di masa Pandemi ini, terdapat perubahan yang sangat fundamental, dimana tatanan sosial seolah dijungkirbalikan, sungguh fenomena yang tak terbayang sebelumnya. “Ambang batas” dari situasi Pandemi menuju “new normal”, menjadi spirit artikel ilmiah pada JSRW kali ini. Berbagai pendekatan kajian ilmiah dari disiplin seni rupa, mulai dari Seni Murni, Desain Komunikasi Visual, Desain Mode Busana hingga lintas disiplin yaitu Seni Pertunjukan Teater menjadi kekuatan pada volume  JSRW kali ini.

Pada situasi Liminalitas menuju new normal dimana perekonomian sempat melemah, justru kreativitas menjadi kunci utama hal tersebut terbaca pada hasil riset tentang Strategi Kampanye Komersial dan Aplikasi motif dengan teknik ecoprint pada tas wanita berbahan kulit. Hasil kajian menunjukkan bahwa melalui strategi kampanye yang kreatif dengan menampilkan ikon grup musik idola asal Korea Selatan yang tengah populer BTS (Bangtan Sonyeodan)  menunjukan peningkatan yang signifikan, sementara melalui kajian  teknik ecoprint sebagai bahan pembuatan tas wanita di Yogyakarta,  merupakan peluang usaha yang menarik dan kompetitif.  Begitu pula kajian rancangan desain buku Coffee Table Book: Landmark di Kota Jakarta, menunjukkan bahwa melalui pemilihan objek dan artefak tentang kota Jakarta yang dirancang dengan pendekatan nilai-nilai estetika dapat memperkuat identitas Kota Jakarta.

Sementara melalui kajian berbasis seni murni yaitu Pembacaan Ulang Karya Paul abad ke-15, menunjukan bahwa lukisan Samson dan  Delilah mampu merepresentasikan kondisi transendensi antara realitas dan mitos dalam konteks liminalitas dalam seni. Pada kajian interdisiplin seni rupa yaitu Pertunjukan Teater Koma : “J.J Sampah-Sampah Kota” (2019), menunjukan hasil bahwa peran teknologi multimedia menjadi sangat penting dalam proses kreativitas pembentukan karakter tokoh pemain teater.  Melalui sinergitas antara  make up dan cahaya, didukung diskusi intensif antara make up artist dengan sutradara dan art director,  menjadi faktor penting dalam keberhasilan pertunjukan teater kontemporer.

Melalui berbagai kajian dalam disiplin seni rupa, kita dapat mengkritisi bahwa situasi liminalitas dalam seni, justru menciptakan peluang kreativitas yang lebih dinamis dan inovatif sehingga berdampak terhadap perekonomian bangsa. Kondisi menunjukkan bahwa kreativitas tak pernah “melemah” meskipun berada pada titik “terendah” yaitu pada situasi pandemi menuju new normal. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbanding lurus dengan nila-nilai kreativitas juga menjadi salah satu hasil kajian yang penting dicatat pada jurnal Seni Rupa WARNA edisi kali ini.

Published: 2022-01-31

Artikel