Kajian Psikobiografi Seniman dan Aspek Dekonstruksi dalam karya rupa: Christine Ay Tjoe, Angki Purbandono, Dan Ugo Untoro

Penulis

  • Dhyani Widiyanti Universitas Katolik Sanata Dharma Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.36806/jsrw.v9i2.117

Kata Kunci:

Dekonstruksi, Karya Rupa, Psikobiografi, Deconstruction, Psychobiography, Visual Works

Abstrak

Analisis atas karya rupa tidak hanya bisa dilakukan melalui bentuk-bentuk formal yang ada di dalam karya rupa itu sendiri saja, melainkan bisa juga melalui pembacaan secara psikologis dari kehidupan dan latar belakang seniman. Penelitian ini berupaya menelusuri aspek psikobiografi dari seniman Christine Ay Tjoe, Angki Purbandono, dan Ugo Untoro, untuk menemukan aspek dekonstruksi dalam karya-karyanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi literatur. Observasi dilakukan terhadap enam karya rupa dari tiga seniman tersebut, sementara studi literatur digunakan terhadap dua jenis teks yaitu yang pertama, teks yang berkaitan dengan kehidupan seniman yang disarikan dari berbagai sumber dan yang kedua adalah teks yang berkaitan dengan psikobiografi dan dekonstruksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada Christine Ay Tjoe, aspek psikobiografi terkait dengan konsep menggambar, alam/ lingkungan, dan kegelapan potensial, pada Angki Purbandono, aspek psikobiografi terkait dengan konsep mesin pemindai, ganja, dan penjara, sementara pada Ugo Untoro, aspek psikobiografi terkait dengan konsep kuda, pelacuran, dan eksplorasi seni sebagai bahasa. Pada ketiganya, dekonstruksi terjadi baik dari segi interiotas yang terhubung dengan perjalanan hidup dan renungan-renungannya yang lepas dari berbagai stereotip, serta dari segi eksterioritas yang terlihat dari perwujudannya dalam karya yang eksploratif dari segi medium maupun penempatan objek yang mencoba untuk tidak taat pada pakem-pakem yang ada.

 

Analysis of a visual work can not only be made by studying the formal forms that exist in the work itself, but it can also be undertaken through a psychological interpretation of the artist's life and background. This study seeks to explore the psychobiographical aspects of artists Christine Ay Tjoe, Angki Purbandono, and Ugo Untoro, to find the deconstruction aspects in their works. This study applies qualitative methods using data collection techniques in observations and literature studies. Observations were made on the six visual-works of the three artists, while literature studies were conducted on two types of texts, viz. first, texts related to the artist's life extracted from various sources and second, texts related to psychobiography and deconstruction. The results of this study indicate that in Christine Ay Tjoe works, psychobiographical aspects are related to the concept of drawing, nature / environment, and potential darkness, in Angki Purbandono’s, psychobiographical aspects are related to the concepts of scanning machines, marijuana, and prison, while in Ugo Untoro’s, psychobiographical aspects are related to the concept of horses, prostitution, and exploration of art as language. In the three of them, deconstruction occurs both in terms of interiority which is connected to the journey of life and reflections that are detached from various stereotypes, as well as in terms of exteriority which can be seen from its manifestation in the exploratory works in terms of medium and the placement of objects that attempts to disobey standards and existing rules.

Unduhan

Diterbitkan

2021-07-22

Cara Mengutip

Widiyanti, D. (2021). Kajian Psikobiografi Seniman dan Aspek Dekonstruksi dalam karya rupa: Christine Ay Tjoe, Angki Purbandono, Dan Ugo Untoro. Jurnal Senirupa Warna, 9(2). https://doi.org/10.36806/jsrw.v9i2.117